TEMPO 18 PLUS

Blog Khusus Dewasa 18+

TEMPO 18 PLUS

Tempo18Plus - Cerita Dewasa

TEMPO18PLUS

Tempo18Plus - Nonton Bokep

TEMPO18PLUS

Tempo18Plus - Cerita Mesum

TEMPO18PLUS

Tempo18Plus- Nonton Video Bokep Indonesia Gratis

Sabtu, 30 Juni 2018

Selingkuh Dengan Ibu Dosen

Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..”


ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja


Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.
“Itu apanya Bu?” tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,

“Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku”, kataku.

“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri”, kata Ibu Vivin.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.

“Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu?” tanyaku.

“Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.

“Habis sakit Bu”, kataku.

“Sakit apa sakit?” goda Ibu Vivin.

“Ah.. Ibu Vivin bisa aja”, kataku.

“Sudah makan belum?” tanyanya.

“Belum Bu”, kataku.

“Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.

Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.

“Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.

“Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.

“So pasti dong”, katanya.

“Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk.

“Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. Ibu Vivin agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

“Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin”, kataku.

“Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.

Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan, “Aku sayang kamu, Ibu Vivin”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut.

Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!

Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku aja yuk!”.

Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten.

Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ah.. ssh.. terus Ian”, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. aku juga sudah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku. “Oh.. besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut.

Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Ian”, Vivin mengerang. “Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Vivin terus sayang”, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, “Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya. “Haa..” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Cerita dewasa

Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. “Aakh..” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya.

Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama mau.” Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku.

Ngentot Saat Wawancara Kerja

Pagi itu Manda berdandan lebih lama dari biasanya. Manda, itu namaku, di usiaku yg 31 ini aku sdh lama tdk keluar dan bekerja di dunia selain di rumah tangga. Beberapa tahun Manda hanya mengurus anak dirumah, sehingga terkucilkan dari dunia luar. Kini anakku sdh cukup besar, sehingga bisa kutitipkan ke orang tuaku.


Hari ini penampilanku harus jauh lebih baik dari biasanya..kukenakan sepatu hak tinggi yg lama di lemari. Rambut ku ikat keatas dgn rapi. Kukenakan tank top putih , kusemprotkan sedikit minyak wangi kesukaanku, lalu kudobel dgn blazer. Kugunakan lipstik berwarna pink muda secukupnya, hanya utk membuat bibirku tampak basah.


“hmmmm … masih lumayan jg” ..sambil memegang perutku yg masih rata lalu tanganku menulusuri ke pinggangku.

Kemudian aku berputar melihat pantatku di balut ketat oleh CD g-string warna merah muda. Sengaja kukenakan G-string agar garis CD tdk nampak di rok-ku.

Lalu kemudian aku mencoba menggunakan stocking agar tampak profesional sebelum akhirnya kupakai rok ukuran sepaha warna hitam. ”hari pertama diterima kerja di perusahaan besar, aku tdk boleh gagal ! ”Maka berangkatlah aku naik taxi ke pusat kota.

Suami Manda hanyalah karyawan kecil dgn gaji kecil, selama ini ekonomi keluarga cukup sulit. Dan Manda punya ambisi utk mencari uang sendiri, perdebatan panjang dgn suami mengenai bagaimana istri bekerja dgn penghasilan lebih besar sdh terjadi berkali kali, sampai akhirnya Manda diijinkan.

Banyak janji terucap agar dirinya diijinkan bekerja. Seperti “Nanti gajiku akan bisa menopang uang makan sehari-hari, dan gajimu buat ditabung membeli mobil atau rumah” “Nanti aku tdk akan lagi minta uang saku dari kamu” dll dll dll. Karena itu Manda tdk boleh gagal sedikitpun, apalagi setelah diterima kerja dgn gaji 3 kali lipat gaji suaminya.Sesampai di kantor, Manda sdh kebingungan.. aduh aku harus menemui siapa ya.katanya aku akan ditraining hari ini. ‘haduuh aku terlambat setengah jam lagi… gara-gara demo demo itu sih’.

“Permisi mbak , sy staf marketing baru, hari ini sy akan di training.. dgn pak… siapa ya..sy lupa”
“Nama siapa?” tanya front desk officer dgn ketus…
“Nama sy Manda”
“Oooo Manda… tadi sdh ditunggu sama trainernya setengah jam lalu, tp karena lama nggak muncul di tinggal keluar dulu, hari pertama ya?”
“Iya betul mbak”
“Hari pertama koq udah telat sih..”
“Iya tadi jalanan macet mbak..”
“Yaah…selamat deeeh..”
“Gimana mbak..maksudnya gimana ?”
“Yaa… gini… dulu pernah jg ada yg telat di hari pertama masa percobaan, langsung dihentikan”

Deg ! Jantungku serasa berhenti sejenak.

“Aduuh masak gitu sih mbak”
“Ditunggu aja nanti trainernya kembali ya, dia yg menentukan, bukan sy”

Sembari duduk menunggu hampir 2 jam lamanya. Manda terus memutar otak akan apa yg terjadi, membayangkan seribu skenario yg mungkin akan terjadi. Tp satu hal yg paling ia takuti yaitu kalau dia dipecat.Akhirnya muncul seorang bapak di depan kantor, penampilannya cukup macho dgn celana panjang dan T-shirt hitam membuat lengannya dan lekuk otot lengannya keliatan.Dan staf front desk itu menyapanya

“siang pak, ini tadi staf baru yg bapak tunggu setengah jam”
‘sial bener ini staf front desk, pakai bilang tunggu segala’

Segera aku berdiri dan bersalaman.

“siang” jawab bapak itu singkat.
“mari ikut sy”

Segera ku ambil tasku dan berjalan mengikutinya melalui staf-staf lain turun lift kemudian melewati lorong lorong sepi sampai di sebuah ruangan cukup besar. Ditengahnya ada meja panjang dikelilingi kursi, dan disekeliling ruangan banyak alat kesehatan yg dipajang berputar mengelilingi ruangan.“Duduk” perintah bapak itu. Segera aku duduk. Dia menatapku..dan aku terdiam memandang balik tatapan tajamnya.

“Kamu tdk minta maaf ?! kamu membuat sy membuang waktu, waktu itu sangat berharga, apakah kamu menghargai waktu?”
“ehh..iya..pak..sy minta maaf..tadi sy terlambat karena jalannya macet ada demo”
“Tdk perlu menyebutkan alasan! minta maaf secara tulus tdk perlu alasan”
“ehh..iya pak maaf..” dgn suara mulai gemetar.
“Kamu ingin kerja disini kan? seberapa jauh kamu ingin mempertahankan pekerjaanmu disini? kamu tau, sy sempat berpikir kamu punya potensi, bahkan bisa sy promosikan jadi supervisor dgn gaji 2x lipat sekarang, tp kalau gini… ”
“Sy sangat ingin kerja disini pak, sungguh mati sy niat kerja pak, tolong kasih sy kesempatan pak, sy tdk bisa pulang kalau sy gagal pak.. sy sungguh akan malu” mata Manda berkaca-kaca.
“Oke, sy kasih kamu kesempatan, tp jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu tau nama sy siapa? jabatan sy apa?” sambil tetap berdiri memandang tajam ke Manda.
“Ehh.. pak Eko..”
“NGAWUURR! nama sy pak HERMAN LUKITO, jabatan sy direktur Marketing, masak kamu lupa nama atasan kamu, kan dulu sdh dikenalkan HRD, wah repot..nama customer bisa bisa kamu lupakan nanti”
“tdk pak…sy akan ingat ingat baik baik” Pak Herman hanya memandang terdiam..

Tiba – tiba

“Sy tdk bisa memberi kamu kesempatan lagi, sebaiknya kamu keluar aja”
“Paak.. tolong pak…jangan pak…sy harus bekerja disini pak. Sy yakin sy pasti bisa asal dikasih kesempatan”
“Kesempatan sdh sy berikan” Kata pak Herman.
“Tolong pak sy bersedia melakukan apapun asal jangan dikeluarkan pak”
“Kamu yakin ? karena bekerja disini memang membutuhkan tuntutan yg tinggi, di imbangi dgn gaji yg tinggi”
“iya pak, sy mohon pak, disuruh apa aja sy siap”
“Oke kalau gitu, coba kamu jelaskan dan peragakan cara penggunaan semua produk disini”.Segera Manda berdiri dan mendekati alat peraga yg ada nomor 1, sebuah baju operasi.Pak Herman memandang tubuh Manda dari ujung kaki sampai kepala..’mmm sexy…’
“Ini adalah baju operasi yg digunakan ketika pasien akan di operasi”
“Dan ini adalah alat radiologi sejenis rontgen” lanjut Manda.
“Sebentar… Manda, kamu lepas blazermu, sy alergi bahan kain seperti blazermu itu bikin hidung sy gatel”
“Oh..maaf pak” segera aku melepaskan blazerku dan kusimpan dlm tas.

Hanya menggunakan tanktop dan rok sepaha membuat Manda tampak makin sexy..kulitnya yg putih makin terlihat, bahu dan lengannya tampak menggiurkan, dlm hati pak Herman mengaggumi ibu 1 anak ini.

“Ya lanjutkan!”
“Baik… ini adalah tiang utk menggantungkan alat infus..ujung atas ini utk mengkaitkan botol infusnya”.Sambil menunjuk ke atas, tampak lekuk badan Manda memang sexy, ketiaknya putih bersih, dan dadanya membusung ketika Manda menggapai ke atas.
“Sedangkan ini, adalah kursi utk wanita melahirkan, posisi kaki diletakan di atas sini dan wanita yg akan melahirkan”

“Kalau ini , ini adalah temperatur utk mengukur suhu badan, paling akurat bila digunakan di rectal atau di anus”
“ini utk memeriksa pap smear..atau memeriksa liang meqi”
“STOP !! Sy minta kamu memeragakannya, tdk hanya menunjuk nunjuk dan ngecipris, kamu harus tunjukkan cara penggunaannya agar customer jelas saat kamu presentasi,
“Sekarang ulangi dari awal” perintah pak Herman…

darahnya berdesir melihat body Manda yg mulus dan sexy…pahanya..dadanya..lekuk lengannya..lehernya …ketiaknya…semua menggiurkan.

“Kamu coba peragakan baju operasi itu”
“Begini pak ?” sambil memasukkan satu tangannya ke lubang baju hijau itu..
“MANA BISA KAYAK GITU !” pak Herman segera berdiri dan menghampiri.Tangannya memegang bahu Manda..meraba kulitnya yg mulus dan empuk..

”LIHAT INI..BAGIAN DLM BAJU INI DIRANCANG KHUSUS ! utk langsung menempel kulit sehingga tdk akan jatuh atau tertiup walaupun tanpa diikat, jadi kamu harus lepas bajumu. itu ada tempat ganti” sambil menunjuk pojok ruang yg di tutupi selambu.

Aku berjalan kesana sambil berpikir…’aku harus berhasil, aku harus berhasil’tanpa pikir panjang dibalik kelambu itu kulepas tanktopku..kemudian aku berpikir lagi ‘Apa BH ku jg harus aku lepas?…kalau harus menempel kulit berarti harus dilepas, karena bagian punggungnya terbuka sama sekali.Maka kulepas saja BH itu.

Sementara diluar selambu, pak Herman sedang melihat pemandangan luar biasa.lampu terang dibalik selambu itu malah membuat isi dlm selambu terlihat cukup jelas dari luar.. dari dlm malah tdk bisa melihat keluar. ‘Wow…susunya terlihat remang-remang dibalik selambu…mmmm putingnya samar samar keliatan … susunya kenceng jg keliatannya’ guman pak Herman.

Manda keluar dari balik selambu menggunakan baju operasi hijau menempel bagian atas tubuhnya… unsur dingin seperti air pada baju yg menempel kulitnya membuat putingnya menegak.. dan karena baju itu ternyata menempel erat bagian depan tubuhnya, bentuk dan lekuk tubuhnya keliatan sangat jelas. Seperti di cetak atau seperti mengenakan baju tipis yg basah…

“Coba kamu jelaskan, apa kelebihannya dan tunjukkan !”

Manda sdh belajar banyak soal produk produk ini, walaupun belum hafal seluruhnya tp dia ingat mengenai kelebihan baju ini..

“Ini pak, tdk perlu lama lama mengikat bagian belakangnya… seperti bisa dilihat bagian belakangnya terbuka tanpa tali.. sehingga proses operasi bisa langsung dilakukan” Punggung Manda bisa dilihat jelas oleh Herman, dia jg bisa melihat bekas tali beha yg membekas di punggung Manda.

Lekuk punggungnya mengalir kebawah dan hilang dibalik rok hitam Manda.

“Semua ditopang dibagian depan dimana ada gel yg mudah menempel kulit tanpa membuat kulit iritasi” lanjut Manda.

Pak Herman tersenyum tipis melihat lekuk toket Manda, ia bahkan bisa melihat lekuk puting Manda.

“Sekarang coba kamu peragakan kursi utk melahirkan itu!”
“Ehh..baik pak, sy ganti dulu ya pak?”
“Tdk perlu, jangan buang waktu”
“Ya pak” sembari berusaha naik ke kursi melahirkan yg agak tinggi itu, posisi kursinya miring, sehingga begitu duduk langsung Manda terjatuh tersandar di kursi dan kakinya menggantung.

Tp bukan disitu posisi kaki yg seharusnya. Dia masih harus menaikkan lagi lebih tinggi. Dgn posisi paha menjepit Manda meletakan kakinya lebih tinggi di tempat kaki yg ada ditengah. Manda berusaha menutupi isi roknya dgn cara menekan roknya.

Pak Herman berdiri dan mendekat begitu kaki Manda sdh naik ke posisinya.

“Kamu lupa menjelaskan bahwa tangan ibu hamil dapat berpegangan di atas sini, sehingga mempermudah proses melahirkan!” sambil mengarahkan kedua tangan Manda ke atas di atas kepalanya dimana disana ada pegangan.

Mata pak Herman melirik lekuk ketiak Manda yg tampak sexy. Posisinya tampak pasrah tak berdaya.

“Dan ini harusnya tombol ini ditekan!” lanjut pak Herman.

Tombol itu mengerakan posisi kaki yg tadinya keduanya ditengah, sekarang melebar..

“Eh..” Aku kelabakan ketika tiba tiba kedua kakiku ditarik melebar, dan tampaknya pak Herman tdk berhenti berhenti menekan tombol itu,sampai kedua kakiku terbuka 130 derajat mekangkang.

Rokku yg berusaha kutahan otomatis terdorong naik oleh pahaku sendiri ke arah pinggang, dan bagian bawah rok-ku terdorong sampai ke pantatku.Celana dlm G-stringku pasti keliatan jelas bila pak Herman berputar kearah sini.

Dan benar… pak Herman berjalan santai memutari kursi dan berhenti pas di depan selakanganku yg terexpose.

“hmmm… ” sambil memandangi dgn leluasa paha mulus Manda… melihat pori-porinya yg merinding…dan selangkangan Manda, gundukan kecil ditengah yg hanya tertutup kain pas hanya menutup bibir bawah Manda.

Dlm hati pak Herman mengguman ‘ WOW… sexy sekali… dan apa itu..ada basah-basah di selangkangannya..dan kayaknya ada spot basah di celana dalamnya, apa dia jg terangsang?’

Pak Herman melirik ke arah ibu Manda yg sedang menutup matanya.. mungkin ia malu.Segera pak Herman mengeluarkan HP cameranya dan klik.memotret selangkangan Manda lengkap dgn wajah Manda yg sedang menutup wajahnya.

Tanpa menurunkan Manda dari posisinya pak Herman melanjutkan dgn memberikan termometer anus..

“sekarang coba peragakan cara penggunaanya, ingat sy mau kamu peragakan !”

Manda membuka matanya dan melihat termometer di tangannya.. ‘aduuh ini kan Rectal termometer’ pikirnya dlm hati.’apa baiknya aku pura-pura salah aja ya? tp nanti bisa-bisa aku dipecat, kalau aku dipecat bagaimana pembayaran cicilan rumah, mobil, bisa-bisa disita semua, dasar .. semua ini gara-gara suami tak berguna !’

“Begini pak” sambil berusaha mengarahkan termometer itu ke ketiaknya dan dijepitnya.
“BUKAAN ! Mana bisa itu dijepitkan disana ! jelas itu salah.. Kamu mau keluar dari pekerjaan ini ? atau kamu mau belajar cara yg benar ??, kalau kamu mau sy akan mengajari cara yg benar.” Pak Herman ingin memastikan apakah dia bisa melanjutkan permainan ini atau tdk.

Manda sambil mengangguk dan memandang pak Herman menjawab dgn suara pelan “Sy mau belajar pak, sy siap”.

“Ini adalah rectal thermometer , kamu lihat ujungnya yg lebih gemuk dari biasanya dan lihat ujungnya yg tercover dgn stainless steel tampak lebih panjang.. sy akan tunjukkan cara pakainya” Sambil pak Herman memegang kedua paha Manda dan mendorongnya mengkangkang lebih lebar.

Pak Herman melirik Manda ingin melihat responnya. Nampaknya Manda sdh pasrah… ia hanya memejamkan mata dan nafasnya tampak lebih cepat, bibirnya dikulum kedalam.

“Sy harus mendorong celana dlm ini ke samping..ehm..” diselipkannya jari telunjuk dan jari tengahnya ke dlm karet celana dlm g-string Manda, dan kemudian ditariknya kesamping ‘WOW !!’ dlm hati pak Herman terkagum melihat pemandangan luar biasa dimana tampak rambut-rambut kemaluan Manda ditengahnya nampak dua gundukan bibir meqi Manda yg mengapit sebuah butir itil, ditengahnya keliatan lubang kenikmatan itu, tampak basah, bahkan ada cairan bening mengalir ke bawah melalui tengah-tengah cepitan pantat putih Manda, cairan itu berhenti pas di anus Manda yg berwarna krem muda.

Manda nampak terengah-engah, sensasi dlm kondisi tak berdaya dibawah otoritas pak Herman yg berkarisma membuat dia terangsang. Jari pak Herman entah sengaja atau tdk , sembari menarik celana dalamnya jg menyentuh bibir luar meqi Manda.Mata Manda sayu menatap pak Herman yg sedang membasahi ujung thermometer ludah di mulut pak Herman.

kemudian pak Herman menunduk sedikit, mengarahkan thermometer itu ke anus Manda dan ketika ujung thermometer yg dinginitu menyentuh kulit anus Manda, Manda sedikit melompat dan kakinya menegang..

“Manda, ini satu pelajaran yg penting kamu harus dengar, bila pasien sedang tegang maka termometer akan sulit masuk, jadi sebaiknya di relax-kan dulu, begini caranya” Pak Herman mengambil kursi dan duduk pas didepan selangkangan Manda kemudian… jari telunjuk pak Herman yg sdh basah dgn ludahnya sendiri di gosok gosokan memutar mengelilingi anus Manda yg menegang dan menjepit erat.

Gerakan jari-jari nakal pak Herman ternyata membuat Manda merasakan sensasi nikmat yg berbeda.. mulutnya sedikit terbuka, dan nafasnya tersengal sengal.Telunjuknya terus berputar sambil menekan-nekan anus Manda.Kenikmatan yg dibuatnya membuat Manda semakin relax dan menerima jari itu, anusnya semakin renggang dan jarinya semakin bisa menekan lebih jauh.Setelah 2 putaran ‘bleeess’ jari itu masuk. Dan Manda melenguh “Uhhhmm”, tubuhnya mengeliat, dadanya membusung sebentar.

Melihat itu pak Herman tdk menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja dia mendekatkan wajahnya ke meqi Manda yg sudha basah itu, dan mencium aroma-nya yg wangi sebelum kemudian menjilat itilnya.”uuuummmmhhh” Manda semakin mengeliat, dia berusaha melihat kebawah dan melihat kepala pak Herman sdh berada diantara kedua kakinya, sekarang dia tahu itu lidah pak Herman.

“Jangan..pak Herman…” suaranya lirih hampir tak terdengar.. dirinya jg ragu.Pak Herman meneruskan memainkan lidahnya di itil Manda. Manda kelonjotan nikmat dari lidah pak Herman membuatnya lupa diri.

Sementara menjilati jari telunjuk pak Herman masih terbenam dan dijepit oleh anus Manda.Jari itu bergerak maju mundur. Jilatan pak Herman semakin intens dan terkadang dihisapnya itil Manda.

“ahhh…ohhh my… sshhh ahhhh”
“uhhhmmmmmmhhh mmmhhhh” Manda terus mendesah dan melenguh tak tertahankan.

Sampai akhirnya orgasme itu meledak di dlm tubuhku…

“ummmmhhhhhhhh haaaaahhhhhhh ahhhhh achhhhh” tubuhnya kelonjotan meliuk-liuk..tp pak Herman tak berhenti dan itu membuat Manda semakin menyentak nyentak kenakan…sampai akhirnya rasa nikmat itu terganti dgn rasa geli yg luar biasa…
“Stooppp dulu pak …jangaaan…geli….” sambil tangan berusaha mendorong kepala pak Herman.

Pak Herman segera berdiri dan berjalan ke samping Manda bersandar, segera ia buka celana panjangnya dan menarik keluar Penisnya yg sdh tegang dan berdenyut dari tadi. Diarahkannya penis itu ke wajah Manda.Manda seperti terhipnotis dgn Penis yg tegang dan berurat itu, segera dipegangnya dan dielusnya, ia mengaggumi bentuk dan ukurannya yg jauh berbeda dgn milik suaminya.

Pak Herman yg sdh tdk sabar merasa tdk cukup dgn elusan tangan Manda.Ia memegang kedua pergelangan tangan Manda dan menekannya dan menahannya dgn satu tangan di atas kepala Manda.

Pak Herman ingin agar dia di sepong, tp setelah melihat Manda dlm posisi seperti itu ia terhenti utk mengagumi wajah Manda lekuk lehernya..bahunya yg keliatan putih mulus dan ketiaknya yg bersih…hmmmmm, pak Herman lalu menunduk dan mencium bibir Manda, menjilat bibirnya dan terus menjilat turun ke leher Manda sampai ke ketiak Manda…ia menciumi aromanya dan kemudian menjilat dgn rakus…sesekali di hisapnya dan diciumi, daerah ini ternyata sensitive buat Manda, seperti ada setrum yg mengaliri badannya dan mengalir memerintahkan meqinya utk mengeluarkan cairan lendir kenikmatan,

Pak Herman yg merasa terganggu dgn baju rumah sakit itu, dgn satu sentakan pak Herman menarik lalu melempar baju itu ke lantai.Ketika baju itu ditarik, Toket Manda serasa ditarik sesaat kemudian dilepas lagi, bahkan toketnya masih bergoyang sesaat kemudian.

Pak Herman berhenti sembari berdiri utk memandangi tubuh wanita setengah telanjang dihadapannya, toketnya membulat nampak begitu ranum, dan puting kecoklatan warna khas orang asia, kulitnya putih mulus dan perutnya tak nampak seperti seorang ibu, kakinya mulus dgn posisi mengkangkang di atas pegangan kursi yg memang di desain utk orang melahirkan.

Ia lalu menunduk lagi, kali ini sasarannya adalah puting yg dari tadi hanya dia lihat dari balik baju, kini bisa ia rasakan di dlm mulutnya… bisa ia kulum dan bisa ia hisap sepuasnya.

’Shhhh…ccrrrrppp…cruup…crrreepp’ hisapan-hisapan pak Herman menimbulkan bunyi-bunyian yg terdengar nikmat.

Bunyi itu diikuti lenguhan wanita yg dihisap putingnya

“mmmmppphhhhhhh…aahhh…ooohhhh….mmmpphhh oooohhh”

‘Crrrup srrrp ssshhhep’ puting Manda dijilat dikulum di mainkan dgn lidah didalam mulut pak Herman.Meqi Manda semakin basah…lendirnya terus diproduksi karena rangsangan rangsangan pak Herman dan meqi itu serasa ingin disentuh, ingin di perhatikan dan di masuki.

Tp pak Herman masih ada rencana lain, dia berdiri tegak dan masih menahan kedua tangan Manda diatas, ia mengarahkan penisnya ke arah bibir Manda dan mengosokannya di mulut Manda.Manda dgn pasrah memiringkan mukanya sambil membuka mulutnya dgn mata merem melek memandang pak Herman,Pak Hermanpun segera mendorong penisnya masuk ke mulut hangat Manda.

“OHHHH ENAK … MULUTMU ENAK BANGET…”
“Srrrp …ssrrrpp…crrp crpp” pak Herman mendorong maju mundur penisnya, seperti sedang mengentot mulut Manda.

Dan semakin lama penis itu masuk semakin dlm..menyundul tenggorokan Manda, padahal baru 3/4 dari ukuran semuanya yg masuk, tp sepertinya Manda sdh agak kelabakan..

“Emmmppphhh” sesekali Manda seperti protes berusaha mundur menarik nafas..tp hanya sesaat kemudian pak Herman kembali mengobok mulut Manda dgn penisnya maju mundur.

Kali ini dgn tangan satunya memegang rambut bagian belakang kepala Manda, ia menahan kepala Manda agar tdk mundur, dan mendorong penisnya masuk seluruhnya..sampai hidung Manda terbenam diantara jembut pak Herman. Penis itu masuk ke tenggorokan Manda dan tenggorokan itu seakan memijatnya ketika Manda tersentak-sentak ingin menarik nafas. “Ugghh” Kenikmatan luar biasa membuat pak Herman mengulang-ulangnya..sampai air liur Manda menetes netes dan membasahi penisnya.

Kemudian pak Herman mengambil posisi berdiri di antara selangkangan Manda. Ia menarik lagi g-string Manda, kali ini dgn kasar sampai talinya putus.. dan melemparnya ke lantai.

Ia lalu menggesek-gesekan penisnya ke itil Manda yg masih berdenyut nikmat.

“uhhmmm” Manda masih merasakan sedikit geli tp enak.

kemudian dgn satu sentakan pak Herman membenamkan Penisnya kedalam lubang meqi Manda yg segera menjepitnya…

“Ouuuggghhhhhh” lenguh pak Herman , diiringi desahan Manda
“oooooooohhhhhmmmmmmhh”

Pak Herman mengentot Manda dgn sentakan sentakan sampai toket Manda turut bergoyang, melihat itu pak Herman yg gemas meremas toket kiri Manda dan memilin puting toket kanan Manda.

“aaahhhhh” “OHHH YESSS…MANDA…NIKMAT SEKALI”
“ceplak..ceplak..crp” Bunyi pinggul pak Herman menghantam pantat kenyal Manda.
“Ohhhh…pak Herrrr…Maaaannnnnnn…uhhmmmm ahhh”

Puas memilin puting toket Manda, pak Herman ganti meremas-remas pantat Manda, sesekali di ceplesnya pantat itu “PLAAAK”

“Aaach” Kemudian pak Herman menggosok-gosokan jempolnya di belahan pantat Manda sambil terus mengeluar masukkan Penisnya yg keras ke dlm lubang meqi Manda yg hangat dan basah.

Jempolnya menemukan area lunak yg sedikit keriput di antara belahan pantat Manda, ia kemudian menekan jempolnya disitu..sampai jempol itu masuk ke lubang pantat Manda…

“aaaccchhhh..”
“OH YESSS !!”
“Ceplak crrrp crrp, PLAK!”
“oucchhh” Manda mengeliat geliat dan mendesah desah, kedua tangan Manda memegang kedua toketnya, karena goyangan yg begitu dahsyat membuat tubuh Manda tersentak sentak oleh dorongan pak Herman.
“OHH YESSSHH…I’m fucking you ibu Manda”
“pak..si..git…uhhh”

Tiba-tiba pak Herman memperlambat ritme dan menarik keluar penisnya yg basah dgn lendir Manda. dan mencabut jempolnya dari lubang pantat Manda.Ia mengarahkan penisnya ke lubang Manda yg belum pernah dientot orang dan ketika kepala penis itu menekan lubang itu…Manda tdk meronta..ia hanya menurunkan tangannya utk mengosok itilnya sendiri.

Kepala penis itu pelan pelan masuk ke anus Manda, dan sekarang sdh tdk nampak lagi dari luar.

“OHHHHH… SEMPIT BANGET…KAMU CANTIK SEKALI MANDA!”
“uhhhhhhhhhhhhhhh aaahhhhhh” dan pak Herman mendorong masuk keseluruhan penisnya.

Pak Herman memulai dgn gerakan-gerakan maju mundur kecil dan semakin lama semakin besar gerakan mengentot itu.

“Oooohhhhh…aaaaaaahhhhhhhhhhh” baru kali ini Manda merasakan pantatnya di entot. Seringkali suaminya minta utk main anal, tp ia tdk pernah mengijinkan. Kali ini dgn pasrah dan lepas kendali ia dientot oleh atasannya.

Manda terus memainkan itilnya, dan pak Herman terus mengentot Manda sambil menunduk tangannya meremas toket Manda yg putih montok dan mulutnya mengulum,menyedot putingnya. Sensasi yg ditimbulkan tak tertahankan lagi bagi pak Herman dan Manda.Bersamaan mereka mencapai puncak orgasme!

“OOOOOHHHHHHHHH HHHHH FUCK YOU MANDA!! I LIKE YOU !! ARRRHHHH”
“uhhhhhmmm shhhhh Ohhh enaaaaaaaaachhhhh uhh hehh haahh” Manda mengeliat geliat merasakan orgasme yg luar biasa, mulutnya terbuka dan matanya terpejam.Pak Herman menyemprotkan cairan sperma hangat di dlm pantat Manda..
“ahhhh hahhh…uhhhh ahhh” mereka berdua terengah-engah dan badan pak Herman menindih badan Manda…keringat mereka saling menyatu.

Pak Herman bisa mencium aroma wangi Manda bercampur dgn aroma sex mereka.Penisnya masih didalam anus Manda dan pelan pelan melunak sampai akhirnya penis itu keluar dgn sendirinya…cairan spermanya jg ikut tumpah menetes dari anus Manda yg masih berdenyut denyut.

Pak Herman lalu berdiri mengambil Ponsel-nya di meja dan memotret Manda yg telanjang bulat dan penuh keringat, dari lubang pantatnya tampak putih-putih cairan yg keluar..

“Jangan pak !” Manda berusaha menutup wajahnya, tp sudaah terlambat, foto itu sdh diambil.
“Mulai sekarang kamu sy angkat jadi sekretaris sy! dan gajimu akan sy ajukan kenaikan 2 kali lipat”

Manda berusaha berdiri tp kakinya masih lunglai, ia berdiri sambil bersandar dikursi melahirkan itu

“terima..kasih..pak”

Ada rasa lega sekaligus kuatir di dlm dirinya.

Manda memunguti pakaiannya, sementara pak Herman hanya perlu memakai kembali celananya. Setelah itu pak Herman mengeluarkan satu stel pakaian dari lemari dan kemudian diletakan di atas meja tengah.

”Itu seragammu! lepas semua rok dan celana dlmmu, disitu sdh ada lengkap dgn dlmannya, semua baru dan bersih, AYOO CEPAT… KITA DITUNGGU MEETING SEKARANG”
“Besok dan seterusnya, kamu akan masuk ke ruangan ini dan berganti baju seragammu, semua akan sdh disiapkan di loker itu, pulangnya kamu boleh ganti baju kamu lagi, tinggalkan saja baju seragammu di loker, akan ada yg mencucinya”
“iya pak”.. segera Manda berganti dgn baju seragam yg baru diberikan..

Setelah semua dipakai aku tdk bisa melihat diriku sendiri, karena disana tdk ada cermin besar. Tp aku merasa sedikit kurang nyaman dgn rok ini, benar-benar rok mini, hanya satu setengah jengkal dari pusarku. Aku sdh berusaha menariknya tp memang ukurannya hanya segitu, kalau utk pinggangnya karena ada karetnya, jadi tentu nyaman saja, hanya mini-nya ini bener bener dech.. udah gitu bagian samping rok kanan dan kiri ada slit (belahan) dgn ukuran setengah jengkal.

Bajunya cukup bagus, tp kutungan, dibagian tengah ada kerah yg cukup lebar dgn belahan agak rendah, push up bra yg tersedia malah membuat belahan dadaku semakin ditonjolkan. Kainnya putih dan cukup tipis.. beha hitam yg kupakai sedikit menerawang dari depan maupun belakang. Pusarku saja samar-samar jg terlihat.

Tp tdk ada waktu lagi, karirku baru saja dimulai dan aku harus menyelamatkan seluruh keluargaku dari bencana keuangan di tengah krisis ini. Ambisiku utk menjadi kaya sangat besar, dan ini mungkin pengorbanan yg diperlukan utk mencapai puncak kesuksesan.

“MANDA !” lamunanku terburai karena panggilan pak Herman.

Meeting pertamaku di ruangan itu ada 8 orang lain yg sdh duduk.Dan meeting itu dipimpin oleh pak Herman, ternyata pangkat dia tinggi jg. Semua nampak hormat sama dia, lebih dibilang menjilat. Beberapa cowok melirik terus ke pahaku, aku memang kesulitan menahan belahan rok utk membuka ketika duduk, sehingga rok yg sdh mini ini makin terbuka aja.Tp semua berjalan lancar. Dan aku sdh dikenal sebagai sekretaris pribadi pak Herman. END

Anak SMA yang Hyper Sex

Saya Riko, saya sekarang sedang kuliah di perguruan tinggi di Salatiga. Asal saya bukan dari Salatiga , jadi saya disini ya ngekost di rumah kontrakan. Saya termasuk orang yang bercukupan dalam materi, dan di imbangi dengan tingkat rohani yang lumayan bagus. Meskipun saya punya materi berkecukupan , namun saya tidak tergoda dan tidak tertarik dengan jaman sekarang , jaman yang penuh dengan narkoba apalagi pergaulan di kampus termasuk sangat bebaas dalam bergaul.


Saat itu, mungkin satu semesteran yang lalu, di kontrakan yang saya tempati bukan anak kampus saja , melainkan juga anak sekolahan saja.


Yang kebetulan anak sekolahan yang masih duduk di bangku SMK kelas 3. Dia bernama Rinto, saat itu Rinto bilang ke saaya kalo nanti akan ada temen nya cewek satu sekolahan mau maen ke ke kontrakan. Nah beberapa jam kemudian yang di katakan Rinto, akhirnya dateng juga, lalu Rinto mengajak nya msuk ke dalam kontrakan. Lalu saya juga di kenalkan sama Rinto , temen nya cewek itu yang bernama Sari. Berjam – jam lalu kami ngobrol sampai gak tersa waktu hampir petang.

Saya , Rinto dan Sari lalu masuk ke dalam kamar ku untuk menonton Film yang beraada Di laptop ku. Tak lama kemudian Rinto , gak tau kenapa mau pergi sebentar , entah apa Rinto mau jemput seseorang atau apa ??saya juga kurang paham. Lalu Rinto ijin untuk keluar.

Nah , yang sekarang berada di kamar ku hanya lah saya dan Sari. Yang tadi saya katakan, saya dalam hal materi sangat kecukupan , jadi dalam hal mejaga tubuh saya sangat terjamin dalam hal kesehatan , dan tubuh saya juga atletis dan bugar. Ya termasuk cowok –cowok yang keren lah. Sari pada saat itu ,menatap saya seperti tertegun saja atau barang kali terpesona dengan gaya saya.

Beberapa waktu kemudian saat menatap saya tanpa adanya Rinto , Sari mulai berani menggoda saya dengan cara mengelitik ki saya saat menonton film-film lain nya. Pada saat itu , saya sangat gak kuat dengan adanya tingkah Sari yang menggoda dengan cara menggelitiki ak. Spontan saja , saya kaget karena saya pailing sensiitif kalo di gitukan dan lantas saya lalu membalasnya ke Sari secara terus menerus.

Lama kemudian kami pun bercanda dan sambil cekikikan dengan akrabnya. Setelah itu , kami diam sejenak karena lemas tertawa dan saling memandangi. Beberapa sejenak Sari langsung menyosor bibirku dan saya cuma diem aja, karena binggung juga di buat nya.
Setelah itu, Sari menyosor lagi di bibirku, dan saya msih binggung ada apa dengan cewek ini??? Batin saya.

Lalu Sari kembali tiduran di atas ranjang saya dan sambil menatap dengan pandangan yang meminta dan menggoda menggairahkan . dan saya pun tak tahu dengan pandangan mata itu, dari feliing saya seakan- akan mau mengajak dan minta jatah dari saya.

Beberapa saat kemudian , saya mendekati nya dan Sari pun kembali mencium saya. Dan saya langsung juga membalas ciuman dari Sari. Lalu lumatan demi lumatan berkelanjutan dengan hisapan kecil dari bawah dan atas bibir bercampur air liur. Entah ada setan apa yang masuk ke dalam kamar ku ini . setslah itu kami saling berpelukan dan berciuman habis-habissan.

Kemudian saya rebahkan kembali Sari di atas ranjang dan kami kembali saling berciuman dengan mesra dan panas, saya nekat memberanikan diri untuk menyentuh tetek nya Sari yang berukuran lumayan montok dan gede. dan baru kali ini saya melucuti kutang cewek.

Dia mengenakan pakain dalam dan berwarna hitam transparan. Saya kemudian menurunkan pakaian dalam nya dan belum membuka kutangnya. Saya lihat teteknys tersebut sangat menawan meskipun masih tertutup dengan BH. Teteknya begitu mulus dan putih besih sepertinya kenyal dan berisi. Biasanya saya paling-paling lihat seperti itu di film porno-porno aja namun sekarang itu benar-benar kesampain di depan mataku sendiri saat ini.

Tanpa saya ber pikir panjang, kemudian saya serot dan sedot saja teteknya Sari yang kedua-duanya dan saya pilin –pilin seperti ngenyot permen karet. Sari hanya diam dan mendesah saja

“Aaahhh… aaahhh… uuhhh…Ahhhssss………”

Saya tidak peduli dan menghiraukan saja gerakan dan gelagat Sari yang sepertinya benar-benar sedang horny yang sudah memucak . Kemudian saya pun kepingin membuka tali BH yang berwarna hijau muda. Lalu saya suruh Sari untuk duduk dan kemudian baru saya melihat ke belakang Sari, untuk mencari kaitan kutangnya. Akhirnya ketemu juga, dan benjolan tetek tersebut lebih mencuat lagi karena Sari yang sudah menginjak kelas 3 .

Dengan paras yang cantik sehingga nafsu ini bisa terjadi dan kesampain . Saya dengan rakusnya kembali melumat tetek Sari yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciuman ku pun turun kea rah pusar dan ke bawah perut Sari dan saya melihat rok OSIS nya Sari yang belum terbuka dan dia masih bertelanjang dada saja.

Lalu saya memberanikan diri untuk menaikankan rok OSIS nya Sari, dan Sari pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Sari pun tertawa dan berkata,

” Hmmmm.,…..Hayo udah mulai nakal yah kamu…” ejek Sari sambil tersenyum girang.
Saya pun dengan nafsu dan cuek menaikannya kembali rok Osis tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna hijau muda dan dipinggir-pinggirnya seperti ada berenda kecil, lalu saya pun menurunkanya kembali CD nya Sari dan tampaklah kali ini Sari dalam keadaan telanjang bulat tanpa mengenakan BH dan CD.

Barulah kemudian saya melihat pemandangan yang benar-benar istimewa yang terjadi karena selama ini saya hanya berimajinasi dan nonton saja. Dan tidak pernah berbuat seperti ini yang sebenarnya.
Saya cermati dan pandangi dengan mata memburu dari kemaluan Sari dengan seksama yang ditumbuhi bulu halus dan masih sedikit itu. Ingin rasanya mencium dan merasakan aroma khas dari kemaluan Sari.

Saya pun mencoba mencium perut Sari dan pusarnya secara perlahan dan mengenainyta. Ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Sari pun menghindari dan mengatakan,

” Hhush…Jangan dicium memeknya akh.. geliii…tau!! ” Sari mengatakan sambil menutup kedua pahanya.

Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja saya tindih Sari, saya cium-cium sambil tangan kiri ku bergerak dan memegang kemaluan Sari dan berusaha memasukkanya ke dalam MISS V nya Sari.
Sontak Sari berontak.

“IIiiihhh… aduuuuh ….GELI..” tutur Sari.

Tahu-tahu Sari mendorong badan ku dan terbaliklah keadaan sekarang, saya yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti saya yang berada di bawah, kuat sekali dorongan cewek ini dengan tubuh yang semok dengan tinggi 167 cm ini, pikirku dalam hati.

Kemudian Sari berkata “Eh… buka juga dong bajunya! masak Sari doang yang telanjang. Namun kakak tidak…?” ujar Sari

Lalu saya sambil mencopotkan kaos yang saya kenakan dan saya lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Sari inginkan.

Setelah membuka kaos, lalu tangan Sari masuk ke dalam celana pendek ku dan bibirnya sambil melumat bibir ku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sudah pernah beginian dan dia lebih berpengalaman dariku.

Perlahan-lahan Sari mulai menurunkan celana pendek ku dan terbitlah penis ku yang besarnya lumayan untuk menerjang pertahanan wanita.

Dan penisku Miirp timun suri , saat itu Sari berdecak kagum dengan timun suri ku , tanpa basa-basi Sari memegangnya dan menuntun nya untuk masuk ke dalam gua miliknya Sari, langsung saja saya tepis dan tidak jadi timun suriku masuk ke lubang gua nya Sari.

“Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya saya juga belum pernah gituan ujar ku dengan polos.

” Lha terus Ngapain kalo kita udah telajang begini kalau kita tidak ngapa-ngapain !!”

“ Tadi mendingan kita gak usah buka pakaian segala,” ujar Sari dengan nada emosi sesaat.
Akhirnya saya hanya diam sejenak dan saya hanya menempelkan timun suri ku ke bibir memeknya Sari tanpa memasukkanya.

” Kalo begini aja gimana ya…?” ujarku dengan nada polos.

Sari hanya mengangguk saja dan begitu terasanya penisku bergesek di bibir memeknya Sari tanpa dimasukkan ke dalam lubang memek milik Sari, saya hanya memegang kedua buah pantat Sari yang padat itu . Lama kami hanya bergesekan dan tanpa saya sadari akhirnya pensi saya sudah masuk di dalam memek Sari dan Sari terus-terusan menggerakkkan tubuhnya dan menggoyang pantatnya naik-turun.

Saya kaget dan bercampur aduk dengan kenikmatan yang WAAAARBIAAASAAAA…….., Karena keperjakaan dalam hal bercinta yang saya jaga selama ini akhirnya kandas gara-gara anak SMK yang membuat nafsu ini. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan mendekati saya juga , dia juga masih perawan lebih cantik lagi , namun masih saya tolak juga dan sekarang hanya dengan anak SMK perjakaku jadi hilang. DAMN !!!

Lama saya berpikir dan sedangkan Sari hanya naik-turun menggoyangkan pantatnya semenjak saya melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadap saya . Yach, sudah tanggung juga , apalah boleh buat !!! kepalang tanggung sudah masuk,

Lalu akhirnya saya membalas menggenjot juga dan pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Sari, dan timbul lah bunyi suara yang memecahkan keheningan,

“Ceplok.. ciplok… ceplok…pock…pock….pock…..”
Sari mendesah kenikmatan tak aruan karena kocokanku yang kuat dilubang memeknya. Lama kami berada di posisi tersebut, yang saya di bawah dan dia di atas.akhirnya saya mencoba mendesak Sari agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih saya masih kalah sama cewek SMK ini , pikirku.

Lalu saya dorong Sari dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kontol ku masih menancap tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Sari tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati.

Akhirnya saya dorong lagi Sari agar dia tiduran telentang dan saya ingin sekali melihat memeknya yang menggunduk benjol besar membelah selangkangan memek Sari, makanya saya sambil memegang batang penisku menempelkannya di lubang memek ny a Sari dan

“JLEEEEBB….Bless…leeessss”

Terbenamlah semuanya. Lalu saya tekan dengan semangat Spartan yang membara tentunya karena sudah terjadi dan kepalang tanggung . Biarlah saya terima kenikmatan ini, pikirku. Dengan kelembutan dan cepat saya hentakkan maju mundur kontol ku dengan lembut di lubang memeknya Sari dan kembali lagi bunyi itu , yang meramaikan suasana di kamar ku. Dan ternyata lubang memeknya Sari sudah banjir dengan air pelumasnya disana, saya tidak tahu pasti apakah itu pejuhnya Sari, atau hanya pelumasnya saja? Pikir saya.

Dan Sari berkata,
“Apa kamu udah keluar ya…?” ujarnya.

“Husssh…..ngawuuurr!!! saya belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus.

Karena saya pikir dia mengejekku karena mentang-mentang saya baru pertama kali ngeseks dan seenaknya saja dia menyangka saya keluar duluan. Kemudian saya mencium kembali Sari dan saya ingin segera mencapai titik orgasme .

Dengan cepat saya keluarkan kontol saya dari lubang mememk nya dan saya keluarkan pejuhku yang ada diperutnya Sari,

“ Crooot….crotttt..Jroooooottt….”

“ Tesss…tes…teeess…..”

Dengan tetesan air pejuh ku yang terakhir, karena saya tidak mau bertanggung jawab kalo dia jadi hamil dan saya keluarin aja di luar lubang memeknya. Kalau Saya pikir saat dia jadi hamil,kan saya bisa pusing kepalang dan berabe!!. Saya baru sekali gituan sama cewek.

Gimana nanti dengan kuliah saya dan masa depan saya!

Sari tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak terpuji terhadapnya.

Huuh…, dasar Nasib !!!

Dan semenjak saat itu ,saya sudah mulai menghilangkan kebiasaaan buruk ku yaitu mengocok. Dan saya tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya saya hanya mau menyerahkannya untuk calon istriku seorang. Saya yang sekarang dengan usia 22 tahun saat ini, ingin menata masa depan ku dulu. Setelah itu , baru ngeseks.

RINTIHANKU MEMBUAT SI ADIK KECIL TERANGSANG

Berawal dari Gadis yang masih duduk di kelas 3 SMU ini bernama Yani masih berumur 17 tahun mempunyai tubuh yang seksi dan sekal, kulitnya putih mulus rambutnya panjang terurai sebahu, wajah yang cantik, dia anak orang punya dan punya naman di kotanya, dia bisanya dirumah sendiri karena kedua orangntuanya tugas di ibukota, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.


Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Yani sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.


Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Teguh, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Yani.

Teguh, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.
Sosok pribadi Yani memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Teguh yang sering mengantarkan Yani dari jalan besar menuju ke kediaman Yani yang masuk ke dalam gang.
Suatu sore, Yani pulang dari sekolah. Seperti biasa Teguh mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota GS.

Dan Teguh memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Yani. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Yani nanti akan dikerjai. Teguh sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

“Lho koq lewat sini , Mas?”, tanya Yani.

“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Teguh sambil terus mengayuh becaknya.
Dengan sedikit kesal Yani pun terpaksa mengikuti kemauan Teguh yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Teguh, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Teguh membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini mas?”, tanya Yani.

“Hujan..”, jawab Teguh sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Yani menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Teguh sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Yani yang masih duduk di dalam becak.
Bagai tersambar petir Yani pun kaget mendengar ucapan Teguh tadi.

“A.. Apa maksudnya mas?”, tanya Yani sambil terbengong-bengong.

“Non cantik, kamu mau ini?” Teguh tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.

Yani terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

“J.. Jaangan mas.. Jangann..” pinta Yani dengan wajah yang memucat.

Sejenak Teguh menatap tubuh Yani yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Yani yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu.

Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn mas.. Jangan mas..”,

Yani mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Teguh yang semakin mendekati tubuhnya.
Tubuh Yani mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Teguh yang mulai menjamah paha Yani, tapi percuma saja karena kedua tangan Teguh dengan kuatnya memegang kedua paha Yani.

“Oohh.. Jangann.. mas.. Tolongg.. Jangann..”,

Yani meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Teguh malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Yani itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Yani.

Yani pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Teguh mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Yani.

Tubuh Yani menggeliat ketika tangan-tangan Teguh mulai menggerayangi bagian pangkal paha Yani dan wajah Yani menyeringai ketika jari-jemari Teguh mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“Iihh..”,

pekikan Yani kembali menggema di ruangan itu di saat jari Teguh ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

Tubuh Yani menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Teguh semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Yani yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Teguh yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Yani.

Saat ini lubang kemaluan Yani telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Teguh.

Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Teguh mencabut jarinya dari lubang kemaluan Yani. Yani nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya.

Teguh kemudian menarik tubuh Yani turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Yani hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Teguh juga menikmati wanginya tubuh Yani sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

Selanjutnya Teguh mulai menikmati bibir Yani yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Yani mendesah-desah di saat Teguh melumat bibirnya.
Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Yani oleh gigi dan bibir Teguh yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Teguh pun bergeser ke bagian leher gadis itu.

“Oohh.. Eenngghh..”, Yani mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Teguh.
Cengkeraman Teguh di tubuh Yani cukup kuat sehingga membuat Yani sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Yani pasrah di hadapan Teguh yang tengah memperkosanya.

Setelah puas, kini kedua tangan kekar Teguh meraih kepala Yani dan menekan tubuh Yani ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Teguh yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Teguh kepala Yani dihadapkan pada penisnya.

“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Teguh sambil menjambak rambut Yani.

Takut pada bentakan Teguh, Yani tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Teguh mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Yani.

“Hmmphh..”, Yani mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Yani menggelembung karena batang kemaluan Teguh yang menyumpalnya.

“Akhh..” sebaliknya Teguh mengerang nikmat.

Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Yani di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Yani.
Yani menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Teguh. Sementara kedua tangan Teguh yang masih mencengkeram erat kepala Yani mulai menggerakkan kepala Yani maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Yani. Suara berdecak-decak dari liur Yani terdengar jelas diselingi batuk-batuk.
Beberapa menit lamanya Teguh melakukan hal itu kepada Yani, dia nampak benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Teguh mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Yani semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Yani. Wajah Teguh menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aakkhh..”, Teguh melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Teguh yang mengisi mulut Yani yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Yani berusaha melepaskan batang penis Teguh dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Teguh mencengkeram kuat kepala Yani. Sebagian besar sperma Teguh berhasil masuk memenuhi rongga mulut Yani dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut Yani.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Teguh mencabut batang kemaluannya dari mulut Yani.
Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Yani. Demikian pula halnya dengan mulut Yani yang nampak basah oleh cairan yang sama. Yani meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Teguh seperti itu.

“Sudah, Mas.. Sudahh..” Yani menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Teguh yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Yani.
Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Teguh membuat tenaganya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Teguh kemudian memegang tubuh Yani yang masih menangis terisak-isak. Yani sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Yani bergetar ketika Teguh menidurkan tubuh Yani di lantai gudang yang kotor itu, Yani yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Teguh.

Setelah Yani terbaring, Teguh menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Yani hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Teguh memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Yani. Kedua mata Teguh pun melotot tajam ke arah kemaluan Yani. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.

Teguh langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Yani. Yani menjerit ketika Teguh mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Yani.

“Aakkhh..”, Yani menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Yani ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Yani dengan kasar dan bersemangat.

“Aaiihh..”, Yani melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Teguh. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Yani. “Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Teguh mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Teguh langsung menggenjot tubuh Yani dengan kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Yani mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Teguh yang keras dan kasar. Sementara Teguh yang tidak peduli terus menggenjot Yani dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Yani yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Teguh menggagahi Yani yang semakin kepayahan itu, sepertinya Teguh sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Yani, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Teguh kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Teguh pun berejakulasi.

“Aahh..” Teguh memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Yani yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Teguh.

Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Teguh. Teguh puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Teguh dengan becaknya kembali mengantarkan Yani yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Yani tak mampu lagi berjalan normal hingga Teguh terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Teguh dengan leluasa menuntun tubuh lemah Yani hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Yani bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Teguh pun kemudian meninggalkan Yani dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Yani yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya.

Cerita Bokep Setelah Keluar SMU

aku tinggal dengan salah satu keluarga dari ortu aku di ibu kota propinsi. Maksudnya untuk mempermudah mencari pekerjaan karena ortu aku gak sanggup membiayai sekolahku lebih tinggi lagi. Karena tidak punya keahlian apa2 dan tanpa pengalaman kerja, maka aku ikut kursus komputer dulu supaya bisa bekerja di bagian IT. Kata orang, bagian ini banyak membutuhkan karyawan. Karena kegiatanku hanya mengikuti kursus maka aku mempunyai banyak waktu luang. Daripada bengong, pada waktu luang, aku mengantarkan balita anak keluarga dimana aku numpang untuk ikut semacam play group yang diselenggarakan oleh satu LSM agama.


Sekolahnya hanya 3 jam, makanya aku tungguin aja sampe selsai sekolahnya, daripada mondar mandir ngabisin bensin motor. Lagian disana banyak juga ibu2 yang nungguin anaknya sekolah. Sembari nunggu ya apa lagi yang bisa dikerjakan selain ngerumpi. Karena aku bukan ibu2, sering aku males ikutan nerumpi dengan para ibu2 itu, karena yang dirumpiin adalah gosip tentang artis, ato ngomongin ibu2 yang laen, yeng kebetulan gak nganter. Bosen kan kalo aku mesti ikutan ngegosip kaya gitu. Aku seringnya diem aja dan dicuekin sama ibu2 yang laen. Pagi itu, selagi makan bakso aku duduk didepan rumah sebelah sekolah itu. Kebetulan gak ada ibu2 yang ngerumpi didepan sekolah. Rumahnya besar juga, cuma sepi seakan gak ada penghuninya. Selagi makan bakso, keluarlah seorang bapak2, wah ganteng juga, tinggi dan tegap badannya, atletislah pokoknya. Suka aku ngeliat si bapak ganteng itu. Dia membuka pintu pagernya dan menyapaku, “Kok makannya disitu, kan deket tong sampah”. “Gak apa kok pak”, jawabku sambil memberikan senyumku yang paling manis. “Duduk diteras aja yuk, aku juga mo makan bakso kok”, dia pesen semangkok dan mempersilahkan aku masuk. Aku ikutan masuk kerumahnya, mumpung lagi sepi, kalo enggak pasti aku akan digosipin ma ibu2. “Pak, gak enak nih, nanti saya jadi sumber gosip ibu2”. “Kan kita cuma duduk diluar aja, gak masuk kerumah. Kalo ada ibu yang laen, nanti aku tawarin makan bakso juga deh biar gak digosipin. Aku … (dia menyebutkan namanya)”. “Saya Dina pak”. Sambil makan bakso kami ngobrol aja,sampe selesai makan bakso gak ada ibu2 yang menampakkan diri. Ngobrol ma si bapak menyenangkan sekali, mana orangnya ganteng, pinter cerita yang lucu2 sampe aku terpingkel2. Memang sih, guyonannya mengarah ke hal2 yang berbau sex, tapi biasanya kan guyonin sex malah asik kan. Dia seorang pengusaha, keluarganya tinggal dikota laen karena isterinya harus meneruskan usaha ayahnya yang telah meninggal dunia. Jadi si bapak tinggal sendirian dirumah yang besar itu. Sebulan sekali dia pulang kerumah istrinya. Nyetor kali. ketika sekolah dah bubaran, aku pamit.


“Besok2 kita ngobrol lagi ya pak, itu anak yang saya tungguin dah selesai sekolahnya”. “Dah tinggal aja mangkok baksonya, aku yang bayar sekalian. Boleh dapet nomer hpnya gak Din”. Aku memberikan nomer hpku, dan meninggalkan rumah itu, “Makasih ya pak buat baksonya”. Aku memboncengkan anak yang kujemput dan melambai ke si bapak yang nungguin aku dipintu pagernya. Sejak pertemuan itu beberapa kali aku ngobrol dengan si bapak karena kayanya dia jadi nungguin aku pada hari aku nganter sekolah. Memang sekolahnya gak tiap hari. Cuma mesti kucing2an sama ibu2 yang laen supaya gak digosipin, kalo rame ya aku cuma memandangin dia dari jauh aja, si bapak mengerti dengan kondisi itu. Pada pertemuan terakhir, si bapak bilang, “Din, biar kita ngobrolnya lamaan, kamu kesininya jangan pas sekolah dong. Kan gak ada ibu2 yang liat kamu ngobrol dengan aku”. “Liat aja ya pak, Dina belon bisa janji”. “Nanti deh aku kontak kamu di hp”. Besoknya ada sms dari si bapak yang minta aku dateng kerumahnya. Aku jawab gak ada motor karena dipake yang punya rumah. Dia jawab lagi, naik taksi aja, nanti dia yang bayar. Karena dia mendesakku terus, akhirnya aku iyakan ajakannya.

Aku pamit ma keluargaku mo kerumah temen dan menuju ke rumah si bapak pake taksi. Dia dah nunggu didepan rumah. Dia membayar ongkos taksinya, lalu mengajakku masuk kerumahnya. Dia menutup pintu rumahnya. “Kok sepi pak rumahnya, gak ada pembantu?” “Pembantu kan gak tiap ari datengnya, 2 ari sekali, kerjanya cuma mbersihin rumah dan setrika pakean. Cuci pakean kan pake mesin cuci. Untuk makan aku siapain sendiri, seringnya kan aku makan diluar”. “Ketika ngobrol ma Dina, Dina gak pernah liat tuh ada pembantu”. “Dia kan kerja didalem, kita kan ngobrolnya diluar”. “Hari ini bukan jadwalnya pembantu kerja ya pak”. “Enggak, biar gak ganggu acara kita”, dia tersenyum. “Mangnya kita mo bikin acara apa pak”. “Gak ada apa2 kok, cuma mo ngobrol bebas aja, Kamu tu seksi sekali deh Din”. Wah mulai ngegombal ni bapak. Memang sih, aku kalo jemput tu anak suka pake blus dan jins yang ketat sehingga bentuk bodiku tercetak dengan jelas. Dari sononya, dadaku dihiasi dengan sepasang toket yang montok dan kenceng, pinggangku ramping dan pantatku membulat, sehingga kalo aku jalan, pantatku ngegeyol mengikuti irama langkahku. Pahaku juga langsing proporisonal lah dengan tinggi badanku yang rata2. “Masak sih pak, Rasanya Dina biasa2 aja deh”. “Toket kamu besar ya Din, asik dong pacar kamu”. “Dina gak punya pacar kok pak”.

“Dikota asalmu juga gak ada?” “ada, cuma pacaran jarak jauh kan gak sik pak”. “Mangnya ngapain aja kalo pacaran”. “Ya biasalah pak, kayak bapak gak pernah muda aja”. “Ramah dong”. “Maksudnya”, aku gak ngerti arah ucapannya. “Rajin menjamah maksudnya”. Aku senyum2 saja. “Suka diremes2 kan. Mana tahan cowok kamu liat toket montok gini”. “IH bapak, tau aja”. “Kan kamu yang bilang kalo aku kan pernah muda juga. Mo nonton dvd gak Din, ada film seru neh”. “Seru pa saru pak”, aku guyon. “Seru dan saru, aku pasang ya”.

Ternyata yang dipasang adalah dvd bokep, prempuannya orang asia, Thai kayanya, kecil, imut dan lelakinya bule. “Ih pak, bule punya gede panjang gitu ya, apa muat tuh di ceweknya yang imut banget”. “Ceweknya bukan imut, tapi bersebelahan ma bule tinggi besar ya jadi kliatan imut”. Aku terangsang juga melihat adegan ngemut yang sedang dilakukan si cewek. “Suka ngelakuin gini juga ma cowok kamu”. Aku terdiam menikmati adegan demi adegan yang sangat merangsang. Dia rupanya tau kalo aku dah mulai terangsang, dia menggeser duduknya kesebelahku di sofa. “Dah napsu ya Din. Prempuan yang kumisan kaya kamu pasti napsunya besar”. Memang diatas bibir mungilku ada kumis halus yang cukup jelas terlihat. Aku biarkan saja kumis halus itu sebab kalo dicukur kawatirnya jadi makin kasar. Mana lagi kumis gak merusak penampilanku kok, malah si bapak seneng kayanya ma kumisku. “Bapak sok tau ah”. “Tuh buktinya kamu, baru liat bokep sebentar aja, duduknya dah gak tenang, dah gatel ya Din”. Aku dirangkulnya, pipiku diciumnya. “Kamu cantik Din”, ketika aku menoleh kearahnya dia langsung saja menyamber bibirku dengan bibirnya.

Aku diciumnya dengan penuh napsu. “Aku terangsang sekali deh Din liat bodi kamu seksi gini”. “Pak….”, aku hanya melenguh saja karena kembali bibirku dikulumnya dengan penuh napsu. Tangannya segera menyamber toketku, dielusnya pelan dari luar blusku. Aku jadi menggelinjang, Melihat aku menggelinjang, dia mulai meremas pelan toketku sehingga aku makin menggelinjang. Pinter sekali dia merangsang napsuku. “Dah lama gak ngelakuin ya Din”. “Ngelakuin apa pak”. “Maen”. “Maen apa pak”, aku pura2 gak ngerti arah pertanyaannya. “Ngen tot”, katanya to the point. “Ya mo ngelakuin ma siapa pak, kan cowok Dina gak disini”. “Ma aku aja ya”, kembali dia mengulum bibirku sembari meremas gemas kedua toketku bergantian. Tangannya kemudian mulai mengelus2 pahaku. Pahaku dikangkangkan dan elusannya mengarah keselangkanganku. Karena masih pake jins tebal, gosokan di selangkanganku gak terlalu terasa. Dvd bokep makin seru, si bule lagi ngegenjot kon tol gede panjangnya di me mek ceweknya. Aku sudah terangsang sekali karena tontonan dvd dan elusan tangan si bapak.”Lepasin ya pakean kamu, biar kerasa elusanku”, dia tau rupanya kalo gesekan diselangkanganku gak terlalu terasa. Tanpa menunggu jawabku, dia menarik blusku ke atas. Aku mengangkat kedua tanganku ke atas juga untuk mempermudah dia melepaskan blusku. Dia melotot melihat toketku yang tertutup bra yang kayanya gak muat menampung semuanya. “Din, montok banget deh kamu”, katanya sembari melepas kaitan braku. Terpampanglah toket montokku didepan matanya. pentilku yang imut dielus2nya dengan telunjuknya. “Sering diemut tapi masi imut ya Din pentil kamu”, Aku makin menggelinjang karena elusan di pentil aku. Dia mendekatkan mukanya ke pentilku dan mulai menjilatinya, tangan satu langsung meremas toketku satunya. “aaah pak..,” kembali aku melenguh karena ulahnya. pentilku langsung mengeras. “Pentil kamu dah ngaceng tuh Din”, dia langsung mengemut pentilku dan disedot2nya, sementara tangannya mulai mengelus2 puserku yang terbuka karena jinsku yang model hipster. “Pak, geli…”, lenguhku lagi. “Geli apa napsu”. “Dua2nya pak”. “Lepas juga ya jins kamu”. Aku hanya menggangguk. Dia membuka ban pinggangku, kemudian kancing jins dibukanya, ritsluiting diturunkan, dan dia mulai menarik jinsku. Karena ngepas badan memang tidak mudah melepas jinsku. Aku mengangkat pantatku untuk mempermudah dia melepasnya. Ketika jinsku terlepas, dia melotot lagi melihat jembutku yang menyeruak dari samping kanan kiri dan bagian atas cd miniku yang tipis. “Wah lebat banget jembut kamu Din, aku dah duga. Prempuan yang kumisan pasti jembutnya lebat, dan napsunya gede banget”. Kamu dah napsu ya Din”. “Dari tadi pak, abis tangan bapak nakal sih”, jawabku manja.

Dia memelukku dan tangannya meluncur ke toketku. Jarinya kembali menelusuri toketku, dielus2nya dengan lembut. Aku terdiam, napasku makin memburu terengah. Pentilku dikilik2nya dengan jarinya sehingga tambah mengeras, “Paak”, lenguhku. Dia langsung saja meremes2 toketku dengan penuh napsu. Aku bersandar di dadanya yang bidang. Dia kembali menciumi leherku sementara kedua toketku terus saja diremes2, sehingga napsuku makin berkobar. Dia segera mengecup bibirku. Kubalas dengan ganas. Bibirku dikulumnya, lidahnya menjalar didalam mulutku sementara tanganku segera turun mencari kon tolnya. Kuusap2, terasa sekali kon tolnya sudah ngaceng berat, keras sekali. Segera ikat pinggangnya kubuka, celananya kubuka. Dia berdiri sehingga celana panjangnya meluncur ke lantai. kon tolnya yang besar itu nongol dari bagian atas CD nya yang mini, hampir menyentuh pusernya saking panjangnya. Kami segera bergelut. Dia terus meremas-remas toketku sementara aku mengocok kon tolnya. “Pak, keras banget, gede lagi”, kataku sambil jongkok didepannya, melepas cdnya dan menciumi kon tolnya dan menghisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya. “Aah Din, kamu pinter banget bikin aku nikmat”, erangnya. “Aaaduuuuuhh…. Din…..enak banget emutanmu”. kon tolnya kujilati seluruhnya kemudian kumasukkan ke mulutku, kukulum dan kuisep2. Kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya di mulutku. Aku makin terangsang ketika mengemut kon tol besarnya. Akhirnya dia gak tahan lagi. Bajunya dilepaskannya sehingga dia telanjang bulet, sedang aku masi memakai cd miniku yang tipis nerawang. Aku ditariknya ke kamarnya, sebelumnya dvd dimatikan karena sudah tidak kutonton sejak dia mulai meraba2 tubuhku. Aku dibaringkannya diranjang. Sambil terus meremas2 toketku tangan satunya mempermainkan jembutku yang lebat dari luar cdku. “Pak, geli”, erangku. “Geli apa nikmat Din”, tanyanya. “Dua2nya pak, Dina dien tot dong pak, udah kepengin banget nih”, kataku to the point. Tangannya menyusup ke punggungku sambil mengecup bibirku. “Din kamu napsuin banget deh”, katanya sambil melepas cdku. Aku mengangkat pantatku sehingga cdku dengan mudah meninggalkan tempatnya.
Dia langsung saja menindihku. kon tolnya diarahkan ke belahan no nokku yang sudah basah dan sedikit terbuka, lalu dia menekan kon tolnya sehingga kepala kon tolnya mulai menerobos masuk no nokku. Aku mengerang keenakan sambil memeluk punggungnya. Dia kembali menciumi bibirku. Lidahnya menjulur masuk mulutku lagi dan segera kuisep2. Sementara itu dia terus menekan pantatnya pelan2 sehinggga kepala kon tolnya masuk no nokku makin dalam dan bless…… kon tolnya sudah masuk setengahnya kedalam no nokku. “Aah, kon tol bapak nikmat banget deh”, erangku sambil mencengkeram punggungnya. Kedua kakiku kulingkarkan di pinggangnya sehingga kon tol besarnya langsung ambles semuanya di no nokku. “Pak, ssh, enak pak, terusin”, erangku. Aku menggeliat2 ketika dia mulai mengeluarmasukkan kon tolnya di no nokku. Aku mengejang2kan no nokku meremes2 kon tolnya yang sedang keluar masuk itu. “Din nikmat banget empotan no nok kamu”, erangnya. “Kencang sekali empotannya, mana peret lagi”. “Terang saja peret pak, Dina baru sekali ini ngerasain kon tol sebesar bapak punya keluar masuk no nok Dina”. “Mangnya kon tol cowok kamu kecil ya Din”. “Ketika itu si rasanya gede pak, tapi dah ngerasain kon tol bapak, kayanya kecil banget deh kon tol cowok Dina”. Dia memelukku dan kembali menciumi bibirku, dengan menggebu2 bibirku dilumatnya, aku mengiringi permainan bibirnya dengan membalas mengulum bibirnya. Terasa lidahnya menerobos masuk mulutku. Dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk makin cepat dan keras, aku menggeliatkan pinggulku mengiringi keluar masuknya kon tolnya di no nokku. Setiap kali dia menancapkan kon tolnya dalam2 aku melenguh keenakan. Terasa banget kon tolnya menyesaki seluruh no nokku sampe kedalem. Karena lenguhanku dia makin bernapsu mengenjotkan kon tolnya. Gak bisa cepet2 karena kakiku masih melingkar dipinggangnya, tapi cukuplah untuk menimbulkan rangsang nikmat di no nokku. Kenikmatan terus berlangsung selama dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, akhirnya aku gak tahan lagi. Jepitan kakiku di pinggangnya terlepas dan kukangkangkan lebar2. Posisi ini mempermudah gerakan kon tolnya keluar masuk no nokku dan rasanya masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian aku memeluk punggungnya makin keras “Pak, Dina mau nyampe”. “Kita bareng ya Din”, katanya sambil mempercepat enjotannya. “Pak, gak tahan lagi pak, Dina nyampe pak, aakh”, jeritku saking nikmatnya. Kakiku kembali kulingkarkan di pinggangnya sehingga kon tolnya nancep dalam sekali di no nokku. no nokku otomatis mengejang2 ketika aku nyampe sehingga bendungan pejunya bobol juga. “Akh Din, aku ngecret Din, akh”, dia mengerang sambil mengecretkan penjunya beberapa kali di no nokku. Dengan nafas yang terengah engah dan badan penuh dengan keringat, aku dipeluknya sementara kon tolnya masih tetep nancep di no nokku. Aku menikmati enaknya nyampe. Setelah gak ngos2an, dia mencabut kon tolnya dari no nokku. kon tolnya berlumuran lendir no nokku dan pejunya sendiri. Dia berbaring disebelahku. “Din, akhirnya aku kesampean juga ngen totin kamu. Sejak pertama ngeliat kamu aku dah napsu banget ma kamu. Kamu nikmat banget deh kalo dien tot. Kamu yang paling nikmat dari semua perempuan muda yang pernah aku en tot”, katanya sambil mengelus2 pipiku.

“Mandi yuk” ajaknya. “Kan dah kringeten”, ketika melihat ekspresiku yang menanyakan apa gunanya mandi. Kami bercanda-canda di kamar mandi seperti anak kecil saling menggosok dan berebutan sabun, dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. Aku duduk dipangkuannya dan tangannya mengusap2 pahaku. “Kamu cantik sekali, Din”, rayunya. Tangannya pidah ke bukit no nokku mempermainkan jembutku yang lebat. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. “Geli pak”, kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. Segera tangannya meremes2 toketku. “Toket kamu besar ya Din, kenceng lagi”, katanya. “Bapak suka kan”, jawabku. “ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabnya sambil terus meremes2 toketku. Dia kemudian mencium bibirku. Akhirnya usailah kemesraan di kamar mandi. Kami saling mengeringkan badan, dan kembali keranjang.
kon tolnya yang belum aku apa2in sudah nga ceng berat, “Pak, napsu bapak besar sekali, baru saja ngecret di no nok Dina apak sudah ngaceng lagi”, kataku sambil mengocok kon tolnya. “Abis kamu napsuin sekali Din, gak puas aku cuma sekali ngen totin kamu”. Aku menjatuhkan dirinya dipelukan dadanya yang bidang. Segera dia mengecup bibirku, beralih ke leherku dan kemudian turun ke toketku. Toketku diremes2nya, aku terengah, napsuku berkobar lagi. Pentilku diemutnya. Tangan satunya menjalar kebawah menerobos lebatnya jembutku dan mengilik2 it ilku. “Aakh pak, pinter banget ngerangsang Dina”, erangku. Aku mengangkangkan pahaku supaya kilikannya di it ilku makin terasa. Kilikan di it ilku membuat aku kembali liar. Tanganku mencari kon tolnya, kuremes dan kepalanya kukocok2. Aku pakkit dari pelukannya, kon tolnya yang tegak berdiri dengan kerasnya. kon tolnya kujilati. Pertama cuma kepalanya aku masukkan ke mulutku dan kuemut2. Dia meraih pantatku dan menarik aku menelungkup diatasnya. Dia mulai menjilati no nokku, aku menggelinjang setiap kali dia mengecup bibir no nokku. Dengan kedua tangannya, dia membuka no nokku pelan2, terasa lidahnya menjulur menjilati bagian dalam bibir no nokku. Aku melepaskan emutanku di kon tolnya dan mengerang hebat, “pak aakh”. pantatku menggelinjang sehingga mulutnya melekat erat di no nokku. “Terus pak aakh”, erangku lagi, kemudian terasa it ilku yang menjadi sasaran berikutnya, aku makin mengerang keenakan. no nokku makin kebanjiran lendir yang terus merembes, soalnya aku udah napsu banget. Cukup lama dia mengemut it ilku dan akhirnya “Pak, Dina nyampe pak, aakh”, erangku. “Pak nikmat banget deh, belum dien tot udah nikmat begini”.

Aku memutar badanku kesamping dan berbaring disebelahnya. Dia bangun dan mencium bibirku. Dia mengambil soft drink dari lemari es dan diberikannya kepadaku. Aku minum sedikit untuk meredakan napasku yang ngos ngosan. Kemudian aku dinaikinya, ditancapkannya kon tolnya keno nokku dan didorongnya masuk pelan2, “Pak, enak, dimasukin semuanya pak, teken lagi pak, akh”, erangku merasakan nikmatnya kon tolnya nancep lagi di no nokku. Dia mengenjotkan keluar masuk, ketika kon tolnya sudah nancep kira2 separonya, dia menggentakkan pantatnya kebawah sehingga langsung aja kon tolnya ambles semuanya di no nokku. “Pak, aakh”, erangku penuh nikmat. Dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk makin cepet, sambil menciumi bibirku sampe akhirnya, “Pak, Dina nyampe pak, ooh”, aku mengejang2 saking nikmatnya. no nokku otomatis ikut mengejang2. Dia meringis2 keenakan karena kon tolnya diremes2 no nokku dengan keras, tapi dia masih perkasa. Kemudian dia mencabut kon tolnya dan minta aku nungging. Dia menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilati dan mengusapi pantatku. Mulutnya terus merambat ke selangkanganku. Aku mendesis merasakan sensasi waktu lidahnya menyapu naik dari no nokku ke arah pantatku. Kedua jarinya membuka bibir no nokku dan dia menjulurkan lidahnya menjilati bagian dalem no nokku. Aku makin mendesah gak karuan, tubuhku menggelinjang. Ditengah kenikmatan itu, dia dengan cepat mengganti lidahnya dengan kon tolnya.

Aku menahan napas sambil menggigit bibir ketika kon tol besarnya kembali nancep di no nokku. “Pak”, erangku ketika akhirnya kon tolnya ambles semuanya di no nokku. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, mula2 pelan, makin lama makin cepat dan keras. Aku kembali mendesah2 saking enaknya. Toketku diremes2nya dari belakang, tapi enjotan kon tolnya jalan terus.

Ditengah kenikmatan, dia mengganti posisi lagi. Aku diajaknya keluar kamar dan dia duduk di sofa di kamar tamu dan aku duduk dipangkuannya membelakanginya. kon tolnya sudah nancep semuanya lagi di no nokku. Aku semakin cepat menaik turunkan badanku. Tangannya gak bosen2nya ngeremes toketku. Pentilku yang sudah keras itu diplintir2nya. Gerakanku main liar saja, aku makin tak terkendali menggerakkan badanku, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga kon tolnya nancep dalem banget. “Pak, Dina dah mau nyampe lagi pak, aduh pak, enak banget”, erangku. Tau aku udah mau nyampe, dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga kon tolnya yang masih perkasa lepas dari no nokku. “Kok brenti pak”, tanyaku protes. Aku diselonjorkan lagi disofa, pantatku ada dipinggiran sofa. Dia berlutut didepanku sambil memegang dan mengangkangkan pahaku lebar2, kembali ditancepkannya kon tolnya kedalam no nokku. Dengan sekali enjot, kon tolnya sudah ambles semuanya. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat. no nokku mulai berkontraksi, mengejan, meremes2 kon tolnya, tandanya aku dah hampir nyampe. Dia makin gencar mengenjotkan kon tolnya, dan “Pak, Dina nyampe lagi pak, akh”, jeritku. Diapun merasakan remesan no nokku karena nyampe. Enjotannya makin cepat saja sehingga akhirnya, “Din…” dia berteriak menyebut namaku dan terasa pejunya ngecret dengan derasnya di no nokku. “Pak, nikmat banget ya”, tanyaku. Dia mencabut kon tolnya dan langsung menarikku menuju ke kamar. Diranjang kami terkapar bersebelahan. Tak lama kemudian aku terlelap karena lemes dan nikmat.

Ketika terbangun hari dah sore. “Din, kamu bilang ke orang rumah kalo kamu nginep dirumah temen. Jadi kita bisa asik sampe besok. Mau ya”. Aku menggangguk dan nelpon ke rumah dengan hpku memberitahu kalo malem ini aku ngonep dirumah temen. Kami mandi bersama kembali, kali ini bener2 mandi karena perut dah terasa laper. Selesai mandi, kami berpakean. aku terpaksa memakai pakeanku yang tadi lagi. “Nanti kita beli baju ganti buat kamu ya Din, Bilang aja minjem ma temen kamu kalo besok ditanya”. Aku diajaknya ke mal, dia membelikan aku pakean untuk ganti yang aku pake dari tadi pagi, dalemannya juga dibelikan. Pakean dan daleman baru langsung kupake setelah dibayar. Gak enak pake pakean dan daleman yang dari tadi pagi udah aku pake. Pakean dan daleman kotorku dimasukkan aja ke tas pakean. “Makasi ya pak, bapak baek banget sih”. “Kan kamu juga dah kasi aku nikmat, kita kudu berbagilah. Makan yuk”. Dia mengajakku ke satu resto, aku ikut aja, dia yang pesan makanan dan minuman. Santai sekali malem ini, kami makan dengan santai sembari guyon2 ngomongin aktivitas yang baru kita lakuin tadi dirumahnya. “Bapak kuat banget sih maennya. Kalo maen ma abege pada lemes ya pak. Dina lemes banget deh”. “Tapi nikmat kan”. “banget”. “Mau lagi kan”. “Ya maulah pak”. Selesai makan kami langsung pulang lagi ke rumahnya.

Di kamar, dia berbaring diranjang dan aku duduk disebelahnya. Pakaian luar sudah kulepas sehingga aku tinggal berbikini ria, daleman yang aku beli tadi model bikini. “Din, aku napsu sekali liat badan kamu”, katanya terus terang. Langsung kulirik daerah kon tolnya dari balik celananya, kelihatannya sudah mulai ngaceng karena kelihatan ngegelembung. Dia mengelus2 punggungku, terus tangannya pindah mengelus pahaku, merayap keatas dan menggosok no nokku dari luar CD bikiniku. Aku mengangkangkan pahaku sehingga jarinya menggosok2 belahan no nokku, tetap dari luar cd. “Ssh pak”, erangku. “Din, kau maukan ngen tot lagi dengan aku”, tanyanya sambil tersenyum, jarinya terus saja mengelus belahan no nokku dari luar. “Mau banget pak, belum pernah Dina merasa senikmat ini dien tot”. Dia mulai menjilati pahaku, jilatannya perlahan menjalar ketengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei ketika kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir cd bikiniku yang disingkirkan dengan jarinya lalu menyentuh bibir no nokku. Bukan hanya bibir no nokku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang no nokku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya napsuku. Sesaat kemudian, dia menarik lepas ikatan cd bikiniku. Dia mendekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi jembut yang lebat. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke toketku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra bikiniku kemudian meremas toketku dengan gemasnya. “Din, toket kamu besar dan keras. Jembut kamu lebat sekali, pantas napsu kanu besar” katanya dekat telingaku sehingga deru nafasnya serasa menggelitik. Aku hanya terdiam dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Dia makin getol, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus no nokku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra bikiniku yang sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas toketku dengan pentil yang sudah mengeras. Aku merasakan kon tol keras di balik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Dia sangat bernafsu melihat toketku yang montok itu, tangannya meremas-remas dan terkadang memilin-milin pentilnya. Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yang kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leherku, terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai kecupan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada toketku mengencang atau jarinya mengebor no nokku lebih dalam. Kecupannya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas. Dia bergerak lebih cepat dan melumat bibirku. Mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi, aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.

Setelah puas berciuman, dia melepaskan dekapannya dan melepas seluruh pakaiannya. Maka menyembullah kon tolnya yang sudah ngaceng dari tadi. Aku masih takjub pada kon tol yang begitu besar dan berurat. Terbayang besarnya kenikmatan yang akan aku dapatkan kembali kalo kon tol extra besar itu keluar masuk di no nokku. Akupun pelan-pelan meraih kon tolnya, tanganku tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya. “Ayo Din, emutin kon tolku” katanya. Kubimbing kon tol dalam genggamanku ke mulutku , uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain mengemut tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati biji pelirnya. “Uaahh.. ennakk banget, kamu udah pengalaman yah” ceracaunya menikmati emutanku, sementara tangannya yang bercokol di toketku sedang asyik memelintir dan memencet pentilku. Tangan kanannya tetap saja mempermainkan no nok dan it ilku. Aku menggelinjang gak karuan, tapi kon tolnya tetap saja aku emut. Aku hanya bisa melenguh tidak jelas karena mulutku penuh dengan kon tolnya yang besar. “Din, kita mulai aja ya. Aku udah gak tahan nih pengen menikmati lagi no nok kamu”, katanya.

Dia menelentangkanku, ikatan braku dilepasnya dengan sekali tarikan. Dia mengambil posisi ditengah kangkanganku, kon tolnya yang besar dan keras diarahkannya ke no nokku yang sudah makin basah. Aku menggeliat2 ketika kurasakan betapa besarnya kon tol yang menerobos masuk no nokku pelan2. no nokku berkontraksi kemasukan kon tol gede itu. “Din, no nok kamu peret banget”, katanya sambil terus menekan masuk kon tolnya pelan2. “Abis kon tol bapak besar sekali. no nok Dina belum pernah kemasukan yang sebesar kon tol bapak, masukin terus pak, nikmaat banget deh rasanya”, jawabku sambil terus menggeliat. Setengah kon tolnya telah masuk. Dan satu sentakan berikutnya, seluruh kon tolnya telah ada di dalam no nokku. Aku hanya memejamkan mata dan menengadahkan muka saja karena sedang mengalami kenikmatan tiada tara. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat karena enjotannya makin lancar. Terasa no nokku mengencang meremas kon tolnya yang nikmat banget itu. Tangannya mulai bergerilya ke arah toketku. Toketku diremas perlahan, seirama dengan enjotan kon tolnya di no nokku. Aku hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, pinggulku mengikuti goyangan pinggulnya. kon tolnya terus saja dikeluar masukkan mengisi seluruh relung no nokku. Sambil mengenjotkan kon tolnya, dia mengemut pentilku yang keras dengan lembut. Dimainkannya pentil kanan dengan lidahnya, namun seluruh permukaan bibirnya membentuk huruf O dan melekat di toketku. Ini semua membuat aku mendesah lepas, tak tertahan lagi. Dia mulai mempercepat enjotannya. Aku makin sering menegang, dan merintih, “Ah… ah…” Dalam enjotannya yang begitu cepat dan intens, aku menjambak rambutnya, “Aaahhh pak, Dina nyampee,” lenguhan panjang dan dalam keluar dari mulutku. Aku udah nyampe. Tanganku yang menjambak rambutnya itu pun terkulai lemas di pundaknya.

Dia makin intens mengenjotkan kon tolnya. Bibirku yang tak bisa menutup karena menahan kenikmatan itu pun dilumatnya, dan aku membalasnya dengan lumatan juga. Kami saling berpagut mesra sambil bergoyang. Tangan kanannya tetap berada ditoketku, meremas-remas, dan sesekali mempermainkan pentilku. Terasa no nokku mencengkeram kon tol gedenya. “Uhhh,” dia mengejang. Satu pelukan erat, dan sentakan keras, kon tolnya menghujam keras ke dalam no nokku, mengiringi muncratnya pejunya. Tepat saat itu juga aku memeluknya erat sekali, mengejang, dan menjerit, “Aahhh”. Kemudian pelukanku melemas. Aku nyampe untuk kedua kalinya, namun kali ini berbarengan dengan ngecretnya pejunya.

Setelah dengusan napas mereda, dia mencabut kon tolnya dari no nokku dan terkapar disebelahku. “Pak, kon tol bapak lemes aja udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget. Bener kata temen Dina, makin gede kon tol yang masuk, makin nikmat rasanya”, kataku. “Memangnya kon tol cowok kamu kecil ya Din”, tanyanya. “Ya kecil lah kalo dibandingkan dengan kon tol bapak, ukurannya extra larga ya pak”. “Iya Din, aku sering ngen tot dengan perempuan lain, tapi dengan kamu yang paling nikmat. no nok kamu kenceng sekali njepit kon tolku dan empotannya luar biasa”, katanya memuji. Aku cuma tersenyum, “Mo lagi ya pak”.Iyalah, aku sih gak bakalan puas deh ngen totin kamu Din”.

Dia langsung mulai lagi, luar biasa staminanya, kon tolnya dah mulai ngaceng lagi. tangannya mulai meremas-remas pantatku. Kemudian, dia mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih no nokku. “Ohh.. pak,” rintihku. Kurasakan napsuku mulai naik. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lupak no nokku yang mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. ia membuka cdku dan membuka lebar-lebar pahaku sehingga no nokku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Dengan sigap tangannya kembali meraih no nokku dan meremasnya. Dia menjilati telingaku ketika tangannya mulai bermain diit ilku. Napsuku sudah tak tertahankan lagi. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Dia terus menekan-nekan it ilku dari atas ke bawah. aku meracau tak karuan. “Ahh.. Shh.. pak” desahku bernafsu. Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan it ilku dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku nyampe. “Pak, nikmat banget, belum dien tot saja sudah nikmat,” desahku, tanganku meremas tangannya yang sedang bermain di it ilku dengan bernafsu. Di luar perkiraanku, dia maalah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Dia merentangkan kedua pahaku.

Kurasakan jilatan lidah di bibir no nokku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke it ilku, kurasakan gigitan lembut di it ilku yang kian merangsang napsuku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh dia untuk terus dan tak berhenti. Melihat reaksiku, dia terus menggesekan jarinya di liang no nokku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. no nokku mengeluarkan cairan deras bening, aku nyampe untuk kedua kalinya. “Pak, ooh”, lenguhku. Dia meremas toketku dengan sangat keras. Aku melenguh sakit, kemudian pentilku yang menjadi sasaran berikutnya, dipilin dan dicubitnya pelan. Napsuku kembali berkobar, no nokku kembali membasah, “Pak, en totin Dina sekarang, Dina udah napsu banget pak”, erangku. kon tol besarnya sudah ngaceng berat mengangguk2.

Dia menggesekkan kepala kon tolnya ke bibir no nokku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidahnya di no nokku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihan keras kenikmatan. “Ahh! pak..Ohh.. en totin Dina” racauku. Dengan perlahan ia memasukkan kepala kon tol ke dalam no nokku, segera dia menyodok-nyodok kon tolnya dengan kuat dan keras di no nokku. Rasanya nikmat sekali. Dia mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya no nokku. kon tolnya yang panjang dan besar terasa menyodok bagian terdalam no nokku hingga membuatku nyampe lagi. “pak, Dina nyampe pak, aakh nikmatnya”, erangku.

Kemudian dia membalikkan badanku yang telah lemas dan menusukkan kon tolnya ke dalam no nokku dari belakang. Posisi doggie ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding no nokku yang masih sensitif. “Oh Din..no nokmu bagaikan sorga, ” Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, dia ngecret didalam no nokku. Pejunya terasa dengan kuat menyemprot dinding no nokku. Dia melenguh nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas toketku dan menarik-narik pentilku. Setelah reda, dia berbaring di sebelahku dan menjilati pentilku. Pentilku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya dia ingin membuatku nyampe lagi. Tangannya kembali menjelajahi no nokku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam no nokku. Dia menekan-nekan dinding no nokku. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan dia tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! nikmatnya tak tertahankan. G-Spot ku. Aku tidak bertahan lama dan akhirnya nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Badanku mengejang dan no nokku kembali berlendir. “pak nikmat banget deh malem ini”, kataku. Pinter banget dia merangsang aku dan membuat aku nyampe, baik pake kon tolnya maupun pake jarinya. Segera akupun tertidur kelelahan.

Ketika aku terbangun hari udah siang, dia masih saja mendengkur disampingku. Aku bangun ke kekamar mandi untuk kencing, cuci muka dan sikat gigi. Ketika kembali ke ranjang dia masih saja mendengkur. Aku ngintip dibalik korden kamar, matahari udah tinggi juga. Aku melihat jam tanganku, udah jam 8 lewat. Korden kusibakkan, dia terpakun karena silau, matanya dipicingkan untuk mengurangi silaunya sinar yang masuk kamar. Kulihat kon tolnya sudah tegak lagi seperti tiang bendera. Dia ke kamar mandi, terdengar kloset berbunyi, rupanya dia kencing. gak lama lagi terdengar dia menyikat gigi. Ketika dia kembali ke kamar, aku udah berbaring di ranjang lagi menantikan serangan pagi. Aku melihat kon tol besarnya masih aja ngaceng dengan kerasnya walaupun dia udah kencing. Dia duduk disampingku dan mencium bibirku. “Pagi Din, kita main lagi yo”, ajaknya. Kembali dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. no nokku digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. “Hmmhhh…enak, pak.” jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menusuk lupak no nokku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Aku tambah menjerit-jerit. “pak…hhh…masukkin kon tol bapak, Dina udah nggak tahan..hhhh…hhh…”

Dia segera memposisikan diatasku yang sudah telentang mengangkang. kon tolnya ditancapkan ke no nokku, aku melenguh keenakan, “pak, kon tol bapak nikmat banget deh”. kon tolnya didorongnya lagi sampai mentok. “pak..oohhh..nikmatnya” jeritku. kon tolnya dikocok keluar masuk no nokku. Aku mulai mengejang-ngejang lagi dan bibirku tak henti-henti menyuarakan kenikmatan. Kurang lebih dua puluh menitan akhirnya dia ngecret. Ugh, rasanya enak bener…! Pejunya berhamburan keluar, bermuncratan dan menembak-nembak didalam no nokku. Aku sendiri sudah beberapa kali nyampe sampe no nokku mengejang-ngejang keenakan. Lendir dari no nokku membanjir…meleber di paha, betis dan pantatku. Aku menggeletak lemas. Aku dan dia sama-sama mandi keringat. Nafasnya terengah-engah tak beraturan. Dalam nada tersengal-sengal sekarang aku yang minta lagi, “Dina masih kepengen sekali lagi…”. dia merebahkan badannya di sampingku. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya. Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang-goyang pinggulnya sampai kon tolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di no nokku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ketoketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang kecoklat-coklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai Aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidah nya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat. Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa mengeras dan pentilnya tegak. Lendir no nokku mengalir dan terasa basah di perutku. “pak, gantian Dina yang ngemut kon tol bapak ya”, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang. Aku mulai beraksi. Kupegang kon tolnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, “Enak Din, terus..” Lidahku mulai merambat ke kepala kon tolnya, kujilati cairan yang mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang kon tolnya. Tangan kiriku mengelu-mengelus biji pelernya. “Din…” gumamnya pelan. “Enak banget, geli-geli nikmat”. Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan kon tolnya masuk ke dalam mulutku. kon tolnya kuisep kenceng-kenceng, lalu dengan mulut kukocok kon tolnya turun naik turun naik …uuuuggggghhhh…sedap enak…mmmmhhhh…”, erangnya. Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. Aku di atasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati no nokku yang berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang no nokku, menghisap lendirnya. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang no nokku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jarinya mempermainkan it ilku. Aku mengerang-ngerang dengan kon tolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari no nokku membajir membasahi mukanya. Aku melepaskan kon tolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang.

Waktu kon tolnya masuk, aku hanya merintih pelan. kon tolnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang-ngejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang it ilku. Kocokan kon tol di no nokku dan kilikan jarinya di it ilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali no nokku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok kon tolnya keluar masuk sampai aku lemes. Cairan no nokku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi. “pak, nikmat banget pagi ini, lebih nikmat dari semalem, aku sampe berkali2 nyampe baru bapak ngecret”, lenguhku lemes. Dia mencabut kon tolnya dari no nokku. Kemudian dia menyiapkan sarapan untuk kami berdua, setelah itu kami mandi, dan aku dianternya pulang. “Terima kasih untuk malam yang indah bersamamu. Kapan2 kita bisa mengulangi kenikmatan ini”. Dia menciumku, lama sekali.